Indahnya Romantika Ibu Ideologis
![]() |
Harga Buku:
Rp 42,000
Al Azhar PressJl. Ciremai Ujung No. 104 Bantarjati, Bogor.
Kode Pos 1416502518360665 atau 0817 011 7771
|
Sosok ibu yang terhormat dan mulia tentu saja menjadi dambaan setiap
wanita. Sebagai dien yang sempurna, Islam telah mengatur peran Ibu
sedemikian mulia dan tak tergantikan siapapun. Ia sebagai hamba Allah
yang senantiasa mentaati-Nya, Ia adalah seorang istri yang berbakti
kepada suaminya karena keridho’an Robb-Nya bergantung kepada keridho’an
suaminya. Ia adalah seorang Ibu dari putra-putri generasi pejuang Islam
dan pemimpin umat masa depan. Ia adalah seorang pemimpin dan pendidik
bagi kaumnya untuk menuju ketaatan kepada-Nya.
So, peran ibu adalah multifungsi, tak hanya sekedar aspek biologis;
mengandung, melahirkan, menyusui, merawat dan mendidik supaya
buah-hatinya tumbuh besar dan cerdas. Akan tetapi, ia juga mempunyai
kewajiban untuk mendakwahkan Islam ke tengah masyarakat supaya terwarnai
dengan Islam serta untuk tegaknya syariat Allah di muka bumi. Itulah
aspek ideologis seorang Ibu.
Faktanya, dalam tataran praktis semuanya tidak selalu mudah untuk
dijalankan, di satu sisi urusan domestik (istri, ibu dan pengatur rumah
tangga) harus beres; di sisi yang lain, amanah berdakwah juga tak boleh
diabaikan. Bagaimana mengatur waktunya? Supaya tidak ada kewajiban yang
terbengkalai, tidak ada salah satu pihak yang terdzolimi. Bagaimana pula
seandainya ibu menghadapi problematika sistemik atau ujian yang lain?,
semisal kondisi punya banyak anak dengan jarak yang berdekatan sementara
harus mengisi pengajian, suami di PHK sementara hidup dan aktivitas
harus tetap jalan, atau menjadi ibu baru yang sebelumnya hanya berkutat
urusan kuliah, begitu menikah dan mendapatkan amanah anak langsung
merasa ‘shock’ dengan kerepotannya dan masih banyak lagi bermacam-macam warna kondisi yang dialami para Ibu ideologis.
Banyak yang merasa berat dan tersendat pada awalnya, namun juga
mengasyikkan dan menjadi mahir pada akhirnya. Menjadi ibu ideologis dan
tangguh adalah sebuah proses belajar dan terus belajar karena menjadi
cerdas seolah menjadi tuntutan. Menjadi ibu ideologis tak sesulit yang
dibayangkan, karena semua itu merupakan fitrah dari Sang Khaliq. Dan
yakinlah bahwa dibalik janji Allah yang berupa surga, sesungguhnya
menjalani peran sebagai ibu ideologis adalah pengalaman yang sangat
indah untuk dikenang.
Ada satu hal yang bisa sedikit membantu para ibu muda untuk mahir
menjadi seorang ibu, yaitu untuk tidak berhenti belajar. Ada banyak cara
untuk belajar, selain membaca buku-buku tentang dunia ibu semisal;
tentang kewajiban istri, parenting, resep masakan, dan lain-lain juga
sharing dengan para ibu yang lebih senior. Buku ini dimaksudkan untuk
saling sharing pengalaman dari para ibu dalam menjalani hari-hari mereka
menjalankan amanah sebagai al umm wa robbatul bait.
Lewat kisah nyata beserta tips dan hikmah yang dibagi oleh para
kontributor naskah, diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para ibu dan
calon ibu sehingga dapat terus meningkatkan semangat juang dalam
berdakwah demi tegaknya syariat Islam. Sehingga tidak sampai terjadi
pengendoran semangat dakwah karena kerepotan menjadi ibu baru atau
mengurus rumah tangga dan anak-anak.

0 komentar:
Posting Komentar